News

Jambret Masuk Perkampungan, Warga Sawan Khawatir Jadi Korban Susulan

Buleleng (Cahayamas-news). Keresahan masyarakat akan ulah tingkah jambret bukan lagi menjadi dominasi masyarakat perkotaan, namun kini sudah dirasakan warga Desa. Betapa tidak insiden yang menimpa seorang buruh ternak asal Dusun/Banjar Dinas Kawanan Desa Sawan pada pekan ini menjadi korban jambret sepulang kerja di sebuah kandang ternak di desa setempat. Pihak Kepolisian melalui Babinkamtibmas Desa Sawan Aiptu Made Witastra sudah mendapat laporan resmi dari korban dan lanjut melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Kepala Dusun Kawanan Ketut Rida di Kantor Kades.

Dalam konfirmasi cahayamasnews.com dengan Kepala Desa Sawan Nyoman Wira, pihaknya memang membenarkan kejadian itu. Kata Wira, korban saat itu pulang dari bekerja di kandang ternak dengan berjalan kaki. Satu tangan memegang ayam, dan satu lainnya memegang HP miliknya. Sedikit pun tidak pernah terbayang jika petaka akan terjadi pada dirinya. Dengan langkah tanpa curiga sesampai pada sebuah tempat yang ada pohon bambu (warga setempat menyebut : Gesing) korban melihat adanya orang yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan.

Namun tanpa diketahui pengendara motor itu mendekati dirinya yang sedang membawa HP dan seketika itu HP merk Azus yang dibelinya seharga Rp. 600.000,- dijambret. Menurut Kades Sawan Nyoman Wira, Korban sebenarnya sempat berteriak minta tolong tatkala barang miliknya dijambret. Namun karena jalan sepi dan jeritannya tidak terdengar warga yanag bermukim sekitar 50 meter arah barat, maka korban yang berusaha mempertahankan HPnya akhirnya gagal lantaran satu tangan memegang ayam dan tangan satunya lagi pegang HP. Begitu HP berada di tangan pengjambret, iapun tancap gas dan balik ke jalan selatan yang tembus ke perbatasan Sawan – Bebetin.

Sebelum terjadi penjambretan, sebenarnya korban sudah dibuntuti dari belakang oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor bebek yang kala itu pelaku menggunakan baju kaos hitam, celana pendek abu-abu, dengan cirri-ciri rambut sosoh agak ceper dan warna kulit hitam. Atas peristiwa itu, Babinkamtibmas Aiptu Made Witastra menghimbau melalui Kelian Dusun agar menyampaikan kepada warga saat ada pertemuan di Banjar Dinas agar selalu hati-hati dan waspasa saat melintas di jalur rawan.

Begitu pula saat membawa barang berharga supaya diperhitungkan keselamatannya, dengan catatan jangan sampai memperlihatkan barang berharga kepada orang lain, sebab prihal itu akan mengundang niat orang yang bermaksud tidak baik. Telebih lagi untuk di desa, tidak semua orang paham akan dampak yang ditimbulkan, jika membawa barang tertentu yang cendrung bisa menggoda niat buruk seseorang. *** Cahayamasnews.com/DEMAL

Facebook Comments