News

Sampah Menggunung Tebar Bau Busuk di Bebandem, Dewan Karangasem Gelar Sidak dan Langsung Carikan Solusi  

Amlapura (Cahayamasnews). Berbicara tentang sampah memang tidak ada habisnya dan bahkan menjadi masalah yang cukup krusial dan seakan menjadi momok persoalan yang tak kunjung selesai. Tak terkecuali di Kabupaten Karangasem. Seperti halnya pemandangan yang cukup mengundang perhatian warga terjadi di depan Pasar Umum Bebandem. Dimana, sampah itu dibiarkan menumpuk tak kunjung diangkut sejak Penampahan Galungan lalu, membuat warga mengeluh. Pasalnya, sampah tersebut mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, serta berserakan ke mana-mana dibawa air hujan. Begitu mendapat laporan dari masyarakat Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Gede Dana didampingi Wakil Ketua I DPRD Karangasem I Nengah Sumardi serta Wakil Ketua III, I Wayan Parka langsung terjun ke TKP untuk melakukan sidak, Selasa, (10/3).

Pada kesempatan itu Ketua DPRD I Gede Dana selain didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua III, juga didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya Dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup, I Wayan Sandi. Tampak hadir pula Camat Bebandem dan perbekel desa setempat. Sementara itu, sebagai Dapil masyarakat Bandem Wakil Ketua I DPRD Karangasem I Nengah Sumardi merasa terpanggil untuk mencarikan solusi, agar sampah itu sesegera mungkin bisa dipindahkan. Saat itu juga I Nengah Sumardi langsung berkoordinasi dengan pengusaha yang memiliki alat berat, untuk membantu menaikkan dan selanjutnya diangkut dan dibuang ke TPA Butus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya Dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Wayan Sandi mengungkap alasan lamanya sampah yang tak diangkut ini bahkan sampai berminggu-minggu dikarenakan akibat kewalahan pasca hari raya Galungan dan Kuningan. “Hal itu terjadi karena  volume sampah di kota Amlapura saja mencapai 50 kubik per-harinya. Sedangkan baik operasional, BBM, dan tenaga kerja yang tersedia ternyata masih kurang. Kami hanya mengandalkan 2 orang petugas yang hanya bisa mengangkut sekitar 10 kubik per-hari,” ujarnya menjelaskan.

Menyikapi persoalan itu, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem mengatakan, kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan, dan ini merupakan tanggung jawab bersama. “Ke depannya, sistem pengganggaran harus benar-benar dihitung secara cermat. Apalagi mendengar penjelasan LH, gaji tenaga kebersihan pun hanya kisaran Rp. 1.100.000, ini tentu menjadi PR kita bersama,” ujarnya. Ketua DPRD Gede Dana juga mengapresiasi atas kesadaran masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan. Namun lanjut Gede Dana, kesadaran masyarakat itu juga harus diimbangi dengan kesigapan petugas, dan dinas terkait. “Kesigapan petugas, juga semestinya mendapatkan reward yang baik dari dinas, dengan memberikan pendapatan yang layak,” tegasnya.

Memicu pada adanya Virus Corona, Ketua DPRD Karangasem menegaskan agar masalah sampah harus diprioritaskan. Karena menyangkut kesehatan masyarakat yang harus tetap dijaga. Dari segi lingkungan, juga agar tak menjadi momok dunia mengingat banyak wisatawan berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Karangasem yang melewati jalan tersebut. Ke depan dewan mengaku akan sangat konsen dengan masalah sampah ini, apapun yang menjadi usulan DLH akan tetap diakomodir, sehingga persoalan sampah ini tak menjadi masalah yang menahun. Pada kesempatan itu Ketua DPRD mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan peduli dengan kebersihan lingkungan, terlebih di tengah situasi merebaknya Virus Corona saat ini. *** Cahayamasnews.com/Tim 01-02.

Facebook Comments