“SENI DALAM KESADARAN KOSMOLOGIS” Oleh: I Ketut Murdana (Jumat, 6 Maret 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Ketika seni dipahami sebagai emosi kreatif dan kebaruan, maka seni berposisi natural, menggerakkan emosional, ilusif nan imajinatif. Bernilai ekspresif membangkitkan dan
Bali
“SENI KECERDASAN YANG MENYELARAS HARMONI” Oleh: I Ketut Murdana (Kemis, 05 Maret 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni adalah kecerdasan melihat dan mendengar serta menimbang-nimbang lalu mengekspresikan lewat media tertentu, mencapai harmoni indah mempesona. Maksudnyja melihat dengan kecerdasan indrawi maupun dengan kecerdasan rohani. Artinya dibalik
“SENI REFLEKSI KESADARAN ESTETIK DAN KESADARAN SPIRITUAL” Oleh: I Ketut Murdana (Kemis, 26 Pebruari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni adalah proses penjelajahan dan ekspresi yang tiada henti, berganti aktor dalam setiap waktu. Menempatkan identitasnya dalam catatan perjalanan sang waktu yang mensejarah. Itu artinya seni bergerak dalam ruang keabadian.
“SENI KESADARAN ESTETIK DAN KEILMUAN” Oleh: I Ketut Murdana (Sabtu, 21 Pebruari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Seni adalah konfigurasi nilai-nilai, dari intepretasi dan reinterpreyasi menjadi interfenetrasi diantara realitas kasat mata dengan realitas bayang-bayang ilusif, imajinatif nan intuitif. Realitas indrawi dan realitas non indrawi metafis
“CAHAYA ILAHI MENJIWAI KESADARAN BERBUDAYA”. Oleh: I Ketut Murdana (Kemis, 19 Pebruari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Ketika “kebenaran” dikuasai ego, merasa paling benar, sombong, hanya sibuk menyalahkan, menghina, membuli, menghakimi, mengaburkan sejarah, membenturkan yang satu dengan yang lainnya bertujuan menghancurkan. Berbicara tentang
“CAHAYA ILAHI YANG TERSEMBUNYI” Oleh: I Ketut Murdana (Minggu, 01 Pebruari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Era materialistik, bergemuruh berenergi strategi politik Jaman Kaliyuga, mengakibatkan “perebutan” yang “selalu berebut” tak puas-puasnya saling ingin menguasai. Mengakibatkan konflik dan perang tak juga habis-habisnya.
“KEBAHAGIAAN DUNIAWI RUMAH HARAPAN HIDUP BERSAMA” Oleh: I Ketut Murdana (Rebo, 28 Januari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=”Keunggulan” yang dirasakan benar, sebagai motivasi perjuangan, merupakan narasi-narasi spirit pembangkit semangat. Menyikapi dan memaknai sesuatu, yang dianggap “bernilai kebenaran”. Oleh karena bernilai
“CAMPUHAN” Oleh: I Ketut Murdana (Minggu, 25 Januari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=“Campuhan” merupakan pertemuan dan pertautan dari dua unsur sifat-sifat yang berbeda, yang berlawanan, menjadi keselarasan harmoni, menuju tujuan yang sama. Bagaikan pertemuan dua alur sungai atau lebih, lebur menjadi satu kesatuan. Bersatu padu menyelaras,
“HIDUP YANG HIDUP” Oleh : I Ketut Murdana (Rebo : 21 Januari 2026) MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Nikmat dalam kepuasan napsu duniawi, terus menerus melayaninya, hingga membiarkan dan melupakan jiwa nan suci terkungkung gelap dalam diri sendiri. Akibatnya sinar suci yang menuntun, membangkitkan, mengangkat, mencerahkan terabaikan. Itu artinya wadahnya (Vrata
“SIWA RATRI: RENUNGAN MEMAKNAI DRAMA PANGGUNG ASURA” Oleh: I Ketut Murdana (Sabtu, 17 Januari 2026). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM)=Tampil dan memanggung memang identitas dunia pendramaan. Suara keras beretorika serta ekspresi penjiwaan atraksi menjadi suatu kebutuhan tersendiri. Tetapi yang namanya drama adalah refleksi kehidupan yang bernarasi filosofis











