April 19, 2026
Home Bali Archive by category Seni dan Budaya (Page 28)

Seni dan Budaya

Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“SENI: Mengkonfigurasi Pengetahuan Para-vidya dan Apara-vidya“ Oleh   : I Ketut Murdana Ketika kita berbicara seni, keberadaannya selalu hadir di sekitar kita, melekat, menempel bahkan meresap jauh ke lubuk hati melalui rasa estetik. Sadar tidak sadar, telah menjadi kebutuhan rasa
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“GORESAN SENIMAN ADALAH PELAYANAN PENCIPTAAN” Oleh:    I Ketut Murdana Hidup manusia dipenuhi oleh tugas dan kerja. Jika seseorang dalam melakukan tugasnya dengan penuh kesadaran menyertakan sifat keilahian dalam setiap obyek yang terlibat di dalamnya, maka obyek material dan subyek prilaku akan terhubung pada sumber-Nya. Rangkaian kesadaran tentang keilahian
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“RASA ESTETIK DAN SENI, BAYANG-BAYANG KEBENARAN” Oleh  : I Ketut Murdana Kualitas rasa indah yang mengalir secara hakiki dalam diri setiap orang, adalah “kebenaran” esensial nan vital. Bangkit, hidup dan berkembannya rasa estetik inilah mengantarkan kepekaan indrawi menyaksikan obyek estetik wujud alam semesta beserta segala isinya. Ketakjuban,
Seni dan Budaya

“AURA KASIH”

“PERUBAHAN ADALAH SIFAT HAKIKI”. Oleh: I Ketut Murdana “Perubahan Menciptakan Keragaman dan Perbedaan”. “Perbedaan Melahirkan Kesadaran Kepada Kebesaran-Nya” “Kesadaran Kepada Kebesaran-Nya Menciptakan Rasa Indah dan Damai”. Tidak ada apapun yang tercipta di dunia ini tetap tanpa perubahan. Pertama “perubahan” itu
Seni dan Budaya

AURA KASIH

“RENUNGAN SHIVA LATRI” Oleh: I Ketut Murdana. Hari ini dikenal sebagai hari yang paling gelap. Ketika manusia terlena, tidak sadar (acettana) akan tujuan hidup, maka kegelapan pasti menggulungnya. Tetapi di balik kegelapan itu pasti ada seberkah cahaya yang tersembunyi, yang barangkali disembunyikan atas hukum Sang Waktu. “Menemukan realitas di balik
Seni dan Budaya

AURA KASIH

“BHAKTI YANG TULUS”. Oleh: I Ketut Murdana Merefleksikan kesadaran diri atas semua anugrah mengalir, meresapi, membangkitkan, membangun, merubah, memperbaiki, membersihkan, menyucikan dan seterusnya adalah dari kuasa-Nya, bhakti yang tuluslah jawaban yang “menjiwai prilaku”. Warisan “keluhuran” inilah yang tertata rapi menjadi prilaku
Seni dan Budaya

AURA KASIH

“SENI MENGABADIKAN KEABADIAN” Oleh:     I Ketut Murdana Seni pertama kali dilahirkan oleh leluhur Theologisnya yaitu keindahan semesta (Sundaram-Pradhana) dan energi kreatif Penciptaan (Purusha). Keindahan semesta membentuk, mengaliri dan mengindahkan semua wujud ciptaan-Nya. Tiada satupun yang luput dari kuasa itu, mereka hidup, berkembang, lebur dan lahir
Seni dan Budaya

AURA KASIH.

“SENI KEMUNGKINAN YANG MEMUNGKINKAN” Oleh: I Ketut Murdana Sepanjang sejarah wujud artefak seni telah menarasikan “sesuatu”. “Sesuatu” itu tiada lain adalah wujud visual nan indrawi dari “kemungkinan-kemungkinan” yang selalu “memungkinkan”. Artinya ketika seni itu diciptakan dalam kurun waktu tertentu, misalnya
Seni dan Budaya

AURA KASIH. “Mengetahui dan Merasakan”.

Oleh: I Ketut Murdana Bila dilihat esensi dari makna kedua kata ini, sesungguhnya saling melengkapi. Tetapi berbeda ruang kejadian dan pengalaman yang ditimbulkan. “Mengetahui” berarti hasil dari interfenetrasi antara subyek terhadap obyek indrawi, menjadi pengetahuan yang mengisi pikiran. Praksis interfenetrasi itu bisa saja melalui proses edukasi formal,
Seni dan Budaya

AURA KASIH. “Seni Dipandang dan Memandang”

Oleh:    I Ketut Murdana Aneka wujud seni selalu hadir dihadapan kita dari zaman ke zaman. Keindahan dan “keunikan” wujudnya lalu meresapi rasa estetik, membangkitkan kesenangan, menggaerahkan semangat hidup, menyenangkan bahkan mampu menumbuhkan  kebahagiaan. Kehadiran wujud seni itu bisa “dipandang” dengan berbagai cara pandang, agar mampu
error: Content is protected !!