“SEBERKAH CAHAYA DALAM KEGELAPAN” Oleh : I Ketut Murdana (Jumat, 24 Oktober 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Ketika napsu kekuasaan sewenang-wenang melewati batas, tersentuh reaksi energi suci kebenaran, akibatnya menjadi konflik dan pergolakan kecil, menengah dan berskala
Bali
“Penyempurnaan Diantara Hukum Dunia dan Hukum Karma” Oleh: I Ketut Murdana (Rebo, 23 Oktober 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Ketika proses dan permainan hidup manusia, mampu menempatkan diri sebaik-baiknya terhadap aturan hukum duniawi yang diciptakan orang-orang cerdas berbudi luhur, hingga disebut “Leluhur”, amatlah damainya dunia ini.
“JIWA-JIWA YANG TERSENTUH KASIH-NYA” Oleh: I Ketut Murdana (Minggu, 13 Oktober 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Jiwa-jiwa yang terbuka, dibuka oleh kasih-Nya menjadi semakin sadar akan tugas dan kewajiban mengemban swadharma. Menempatkan kesadaran diri, yang selalu dahaga energi suci yang mengalir dari pengetahuan suci. Melahirkan hasrat berdedikasi karma
DENPASAR (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertepatan pada rahina Saniscara Paing Warigadean, Sabtu 07 September 2024, Komunitas Atma Widya, Denpasar, kembali menyelenggarakan upacara Warak Keruron, Ngelangkir, dan Ngelungah. Upacara dilaksanakan di Pantai Padang Galak, Desa Adat Kesiman, Denpasar dan Diikuti hampir dua ratusan peserta. Upacara tersebut dipuput Ida Rsi Bujangga
SINGARAJA (CAHAYAMASNEWS.COM). Bertepatan pada rahina Wrespati Kliwon Warigadian Sasih Katiga (Kamis, 05 September 2024), ribuan Krama Desa Adat Selat Pandan Banten tumpah ruah dengan berjalan kaki mengiringi Pelawatan Ida Bhatara, dalam upacara Melasti/Mekiis ke Pura Segara Celuk Agung. Melasti ini merupakan rangkaian Karya Nyanjan yang dilaksanakan setiap dua tahun
“RAHASIA KEBENARAN” Oleh: I Ketut Murdana (Kemis: 01 Agustus 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Ketika Rahwana memandang bahwa; melalui berkat Dewa Brahma tentang anugrah kekuasaan di tiga dunia. Tidak terkalahkan oleh Dewa, Raksasa, dan manusia. Memusnahkan gunung keangkuhan dan kecerdasan itu, Dewa Wisnu (Narayana) hadir sebagai manusia setengah dewa,
“AURA KASIH” “Keputusan Yang Cemerlang” Oleh: I Ketut Murdana (Selasa, 30 Juli 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Seorang Guru Wisesa sudah seharusnya mampu mengambil keputusan yang cerdas dan cemerlang. Bukan sekadar berlindung atas nama Guru Wisesa yang mulia itu. Artinya permainan asura cerdas mengatas namakan Guru Wisesa untuk memuluskan
“LANDEP” Oleh: I Ketut Murdana (Jumat, 26 Juli 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Landep berarti tajam. Segala peralatan yang tajam mempermudah mengerjakan sesuatu. Agar benda-benda atau peralatan bisa tajam, perlu diasah dan apabila kelewat tumpul atau “pungak” tentu tidak mudah di asah maka perlu dibawa ke “Pande Besi” untuk
“KASIH YANG MENYINARI” Oleh: I Ketut Murdana (Senin, 22 Juli 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Kasih-Nya adalah sinar suci cemerlang yang menyinari. Oleh karena disinari realitas duniawi “semakin jelas” nampak secara natural dan secara psikologis kejiwaannya. Siapa yang bisa mengenal dan merasakan serta merefleksikan kedua aspek itu, tiada lain
“PAGER WESI” (“Merawat Pagar Besi”) Oleh: I Ketut Murdana (Selasa, 16 Juli 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Karena sudah lama dimakan usia, setebal apapun pagar besi itu, pasti karatan dan keropos. Mengakibatkan keropos semakin parah, apalagi terus kelupaan merawatnya. Adapula yang tidak mengerti atau tak mau merawatnya, sudah pasti keroposnya















