BULELENG (CAHAYAMASNEWS). Guna mengimplementasikan secara nyata salah satu program yang dimiliki Pasraman Veda Dharma Bhakti yang beralamat di Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7 tahun mengisi dengan kegiatan Bhakti THK (Tri Hita
Bali
PEMPROV BALI (CAHAYAMAS-NEWS). Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, khususnya badan operasional Pura Agung Besakih yang telah menunjukkan hasil kerja yang baik. “Tiga tahun terbentuknya badan oprasional, sudah membuktikan bagaimana berkembangnya dan tertata-nya kawasan Pura
Buleleng (Cahayamas-news). Keberanian krama Desa Adat Bulian untuk menegakkan kebenaran memang tidak kepalang tanggung, bahkan berani mengungkap segala bentuk permasalahan termasuk soal tidak seimbangnya kewajiban dan hak krame Bulian. Atas lika-liku permasalah yang dipicu oleh ketimpangan hak dan kewajiban tersebut, maka asset adat yang selama ini dikuasai oleh Desa
Buleleng (Cahayamas-news). Permasalahan yang mendera desa adat Bulian Kecamatan Kubutambahan Buleleng seolaholah tak pernah habis. Setelah lolos dalam kemelut pemilihan kelian Desa Adat, kini Bulian kembali berhadapan dengan masalah serius. Begitu Jabatan Kelian Desa Adat periode 2019-2024 diserahkan bertepatan dengan Purnama keenem di Pura Bhanuwa desa setempat, dari
Burung Hantu tampaknya adalah salah satu hewan yang membawa pesan tersembunyi dari Tuhan. Di beberapa negara keadilan hewani erat dikaitkan dengan kehadiran Dewa maupun Dewi yang sengaja datang untuk memberikan suatu pesan, yang itu bisa saja kematian. Tapi selain itu, Burung Hantu juga dianggap merupakan burung Royal Bird, dimana bisa membawa kesuksesan dan membawa kabar
Dalam kitab-kitab Purana, Dewi Laksmi adalah Ibu dari alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Dewi Laksmi memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu. Dalam beberapa inkarnasi Wisnu (Awatara) Dewi Laksmi ikut serta menjelma sebagai Sita (ketika Wisnu menjelma sebagai Rama), Rukmini (ketika Wisnu menjelma sebagai Kresna), dan Alamelu (ketika Wisnu menjelma sebagai
Tuhan senantiasa membekali ciptaannya dengan dua sisi yang berbeda, bagaikan dua sisi mata uang. Tak terkecuali manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati sekalipun. Baik dan buruk sesungguhnya sangat relatif, tergantung dari sisi mana orang menilai dan memandangnya. Maka dari itu, manusia dituntut untuk selalu bijak dalam menilai sesuatu
PEMPROV BALI (CAHAYAMAS-NEWS). Setelah menuai sukses saat pertama kali dilaksanakan, Balingkang Festival atau yang tahun ini dinamakan sebagai Kintamani Chinese Festival kembali digelar pada tanggal 8 Pebruari mendatang. Parade yang akan dilaksanakan di kawasan Geopark tersebut, akan menampilkan berupa kesenian akulturasi bidaya antara Bali dan Tiongkok. Demikian
PEMPROV BALI (CAHAYAMAS-NEWS). Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) masih menyempatkan waktunya untuk “Ngayah” mesolah Calonarang. Seperti halnya pada Selasa (14/1) malam, sebagai wujud bhakti Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah, Susut, Bangli
DENPASAR (CAHAYAMAS-NEWS). Kota Denpasar memiliki berbagai kebudayaan dan tarian yang sangat sakral di Denpasar. Salah satunya adalah Layangan Jangan yang sudah ada pada dokumentasi Banjar Bun pada tahun 1915. Sepuluh tahun sebelum Layangan Jangan ternyata sudah ada Sang Hyang Jaran yakni tepatnya pada tahun 1905. Namun saat ini tidak ada pragina dari Sang Hyang Jaran.


















