“BHAKTI MEMBANGUN KECERDASAN” Oleh: I Ketut Murdana (Minggu: 12 Mei 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Biarlah kitab suci itu menjadi petunjukmu untuk menentukan kebenaran. Baik buruknya perbuatan, supaya diketahui dari pernyataan aturan dalam ajaran-ajaran kitab suci untuk
Seni dan Budaya
“BHAKTI SUNDHARAM” Oleh: I Ketut Murdana (Kamis, 09 Mei 2024). Bhakti…merupakan proses membangkitkan kesadaran yang terkungkung maya ketidaksadaran…yang memburamkan logika berpikir, perilaku, hingga sulit merasakan nilai-nilai kebenaran, apalagi berperilaku bajik dan bijak. Akibatnya melahirkan tindakan-tindakan inkontruksional, selalu
“SEMANGAT BHAKTI DI DUNIA MATERIAL” Oleh: I Ketut Murdana (Selasa, 30 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Menjaga semangat bhakti nan tulus, tidaklah mudah di zaman Kaliyuga ini. Persaingan diantara daya tarik material duniawi yang amat merangsang dan menggiurkan itu, dengan upaya mewujudkan keimanan yang mendamaikan jiwa yang tak terukur itu.
KESADARAN SPIRITUAL DI DUNIA MATERIAL Oleh: I Ketut Murdana (Minggu, 28 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Ketika ambisi telah memuncak, ambisi kekuasaan beserta angan-angan kemewahan, melewati batas-batas kebenaran dan etika susila kesantunan, telah dihentikan dan dilebur oleh “keadaan”, serta mulainya kesadaran murni meresapi lubuk hati, maka
“SPIRITUAL DI DUNIA MATERIAL” Oleh: I Ketut Murdana (Rabu, 24 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Terkadang terasa aneh, ketika orang-orang sibuk memikirkan bahkan menghabiskan semua waktunya untuk meraup rejeki. Jasa dan pelayanan yang tiada henti non stop dua puluh empat jam terisi kesibukan mengeruk material duniawi. Keberhasilan di ranah ini
“MENANTI SINAR CEMERLANG” Oleh: I Ketut Murdana (Senin: 22 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Ibu Nusantara kita sedang menjadi medan Kurusetra, orang-orangnya sedang menghadapi tantangan berat terhadap bangkitnya “Nilai -nilai kebenaran” dan “Kejujuran” yang semakin tenggelam. Ditenggelamkan terus oleh kuasa asura-asura
“PERJUANGAN DAN PENGORBANAN” Oleh : I Ketut Murdana (Senin, 15 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Dewi Kunti terisak sedih menangisi cucunya Abhimanyu yang gugur dalam perang Bratayudha, yang dibunuh beramai-ramai akibat tidak bisa keluar dari jeratan Cakrawayu, strategi Guru Drona memenangkan perang. Di hadapan Sri Krishna, Dewi Kunthi memohon
“SEMESTA RAYA MEMBUKA MISTERI RAGAM ARTEFAK Oleh: I Ketut Murdana (Sabtu: 13 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Warna-warni semesta raya adalah taman raya estetik, hakekat Ilahi yang terindrawi, memasuki wilayah ragam karakter psikologisnya. Orang-orang super di masa lalu, menyerap, memaknai, menyadari lalu merefleksikan menjadi “Sesuatu”
“KEBIJAKAN MENUJU KEBAJIKAN” Oleh: I Ketut Murdana (Rabu, 10 April 2024). MANGUPURA (CAHAYAMASNEWS.COM). Sudah semestinya kebijakan itu diambil berdasarkan kajian holistik ragam kebajikan yang mengakar, dalam ruang lingkup terbatas mempertimbangkan ruang lingkup yang lebih luas. Berbasis edukasi pengembangan harkat martabat di dunia material dan spiritual.
KESUCIAN JIWA, KELUHURAN TEMPAT-NYA Oleh: I Ketut Murdana (Minggu, 24 Maret 2024). BADUNG (CAHAYAMASNEWS.COM). Jiwa-jiwa yang kosong kekeringan, akibat ditutupi kecerdasan nalar berpikir materialistik, menyebabkan kehausan indriya-indriya dan mengunungnya egoisme tak terkendali, lahirlah asura-asura cerdas menguasai. Ekspresi sifat prilakunya selalu ambisi dan bernapsu











